> وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada satu pun makhluk yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya…” (QS. Hud: 6)
Allah juga Menguatkan dalam Firman nya yang Lain, di dalam Al Quran, Surah An Nahl Ayat 53 :
> وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka itu dari Allah…” (QS. An-Nahl: 53)
Namun Ada yang Allah cukupkan Rezki nya, ada yang Allah tahan، seluruh nya itu tidak lain adalah kehendak Allah terhadap hambanya, untuk mengujinya. maka ada orang kaya, Miskin, dan Faqir.
pada kesempatan Kali ini kita ingin membahas tentang Faqir, karena Kefaqiran sangat dekat kekufuran, di banyak ayat dan hadist serta perkataan para ulama yang menyatakan tentang hal tersebut .
Dalil Al-Qur’an
QS. Al-Isra’: 26
> وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan…” (QS. Al-Isra’: 26)
QS. Al-Baqarah: 273
> لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat di jalan Allah…” (QS. Al-Baqarah: 273)
QS. Al-Baqarah: 268
> الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ
“Setan menjanjikan (menakut-nakutimu) dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan…”
(QS. Al-Baqarah: 268)
Dalil Hadis
Hadis riwayat Al-Baihaqi (maknanya shahih meski sanadnya dha’if):
> « كَادَ الْفَقْرُ أَنْ يَكُونَ كُفْرًا »
“Kemiskinan itu hampir-hampir membawa kepada kekufuran.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Doa Rasulullah ﷺ:
> « اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ »
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran.” (HR. Abu Dawud no. 1544, dishahihkan Al-Albani ).
Perkataan Sahabat & Ulama
Ibnu Mas’ud رضي الله عنه:
> قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ:
« إِنَّ الْفَقْرَ يَكَادُ أَنْ يَكُونَ كُفْرًا، فَاسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْهُ »
“Sesungguhnya kemiskinan itu bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kekufuran, maka perbanyaklah meminta perlindungan kepada Allah darinya.”
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله:
> قَالَ ابْنُ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ:
« الْفَقْرُ فَقْرَانِ: فَقْرُ الْقَلْبِ وَفَقْرُ الْمَالِ، وَفَقْرُ الْقَلْبِ أَخْطَرُ، لِأَنَّ الْقَلْبَ الَّذِي يَفْتَقِرُ إِلَى اللَّهِ دَائِمًا فَهُوَ حَيٌّ، وَأَمَّا الَّذِي يَفْتَقِرُ مِنَ الْإِيمَانِ فَهُوَ هَالِكٌ »
“Kefakiran ada dua: kefakiran hati dan kefakiran harta. Kefakiran hati lebih berbahaya, karena hati yang fakir kepada Allah akan selalu hidup dengan butuh kepada-Nya, sedangkan hati yang fakir dari iman justru binasa.”
Jadi, selayaknya kita sebagai orang yang beriman harus sekuat mungkin sebisa mungkin agar kita cukup dalam harta berusaha untuk mencarinya dan tidak terjerumus ke dalam kefakiran karena terjerumus ke dalam kepakiran bisa mengakibatkan kita terjerumus ke dalam kekufuran kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala wallahualam.